MAKALAH
MSG
(Monosodium Glutamat)

Disusun
oleh :
1.
Apriliyanti
2.
Denok Oktawila
3.
Silvi Wahyuni Ilmiah
FAKULTAS
TEKNIK
TEKNIK
KIMIA
UNIVERSITAS
NAHDLATUL ULAMA SIDOARJO
DAFTAR
ISI
Cover.......................................................................................................
I
Daftar isi .................................................................................................
II
Kata Pengantar........................................................................................
III
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar belakang......................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah .................................................................. 1
1.3 Tujuan..................................................................................... 1
1.1 Latar belakang......................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah .................................................................. 1
1.3 Tujuan..................................................................................... 1
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian MSG ..................................................................... 2
2.2 Kegunaan MSG....................................................................... 2
2.3 Cara Membuat MSG .............................................................. 3
2.4 Masalah-masalah kesehatan yang dihubungkan dengan MSG. 4
2.5 Bahan alternatif pengganti MSG................................................ 5
2.1 Pengertian MSG ..................................................................... 2
2.2 Kegunaan MSG....................................................................... 2
2.3 Cara Membuat MSG .............................................................. 3
2.4 Masalah-masalah kesehatan yang dihubungkan dengan MSG. 4
2.5 Bahan alternatif pengganti MSG................................................ 5
Penutup ..................................................................................................
6
Daftar
Pusaka..........................................................................................
7
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat
Allah SWT atas karunia-Nya makalah ini dapat terselesaikan pada waktunya.
Pada kesempatan ini, ucapan terima kasih
kami sampaikan kepada Ibu Dosen yang telah banyak memberi masukan ilmu yang
bermanfaat . Makalah
ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata
kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi
pembaca dalam memahami materi Monosodium Glutamat.
Sidoarjo,
20 Oktober 2017
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Monosodium glutamat juga dikenal dengan natrium glutamat atau
MSG
adalah garam sodium yang terdapat dialam dengan nama non-essential amino acid.
adalah garam sodium yang terdapat dialam dengan nama non-essential amino acid.
Glutamic acid, digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan
umumnya dipasarkan sebagai penambah/penyedap rasa. Hampir disetiap bahan
makanan mengandung zat aditif khususnya monosodium glutamat atau mononatrium glutamat yang merupakan senyawa sintetik
yang dapat menimbulkan rasa enak (flavour
potentiator) atau menekan rasa yang tidak diingankan
dari suatu bahan makanan (Winarno, 1988:208). MSG juga merupaka zat penyedap rasa yang banyak digunakan oleh
produsen makanan untuk membuat produknya
menjadi lebih enak. Zat tersebut merupakan pembentuk
protein, sehingga apabila zat makanan ditambahkan vetsin (MSG) akan berasa seperti ditambah kaldu daging (protein).
Dari penjelasan di atas kita banyak bertanya bahwa
sesungguhnya MSG itu terbuat dari bahan- bahan apa?. Dan banyak tergoda dengan
efek penggunaan MSG yang dapat menggurihkan masakan.
Oleh karena banyak orang yang kekurangan pengetahuan tentang
bagaimana pertama kali di temukan MSG, dan apa saja bahan-bahan MSG, dan
orang-orang juga banyak beranggapan bahwa MSG berbahaya bagi kesehatan tapi
para ibu rumah tangga tidak akan sempurna terasa masakannya jika tanpa MSG (
penyedap rasa), karena rasa ketergantungan itu banyak ibu menggunakan MSG yang
berlebihan pada masakannya, dan tidak menyadari bahaya yang mengancam karena
kelebihan mengonsumsi MSG, padahal negara indonesia merupakan negara yang kaya
akan rempah-rempah, tetapi para ibu tidak menyadari akan bahaya menggunakan MSG
secara terus menerus pada tubuh.
1.2 Rumusan
masalah
·
Pengertian MSG ?
·
Bagaimana cara membuat MSG?
·
Apa sajakah kegunaan MSG?
·
Apa saja Contoh bahan alternatif pengganti MSG ?
1.3
Tujuan
Tujuan makalah ini sebagai tugas kelompok juga,
agar orang-orang mengetahui tentang bagaimana itu MSG, baik itu bahan-bahan
yang digunakan dalam pembuatan MSG, bagaimana cara pembuatannya. Orang juga bisa tahu zat-zat kimia apa saja yang
banyak terkandung dalam produk MSG, dan selain sebagai penyedap masakan dalam
makalah hasil diskusi kami ini di harapkan juga orang dapat mengetahui kegunaan
lain dari MSG seperti sebagai peyubur tanaman.
Orang juga bisa tahu efek samping dari penggunaan MSG secara
berlebihan dalam masakn yang berakibat buruk bagi kesehatan tubuh terutama
otak.
Setelah mengetahui bahaya nya orang juga akan mengambil cara
lain agar mengurangi penggunaan MSG yang ada dalam diskusi kami yaitu
bahan-bahan lain pengganti MSG.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian MSG
Monosodium Glutamat
adalah garam sodium yang terdapat di alam dnegan nama non-essential amino acid
glutamic acid, digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan umumnya dipasarkan
sebagai penyedap rasa (Wikipedia,2010)
MSG merupakan aditif makanan
yang umum digunakan sebagai penyedap rasa. MSG adalah asam glutamat yang
diproduksi dari fermentasi tetes tebu dan pati makanan.
Asam glutamat sebenarnya merupakan asam amino yang juga terdapat dalam tubuh. Ketika dikecap, reseptor lidah mensimulasikan MSG seperti rasa daging.
Asam glutamat sebenarnya merupakan asam amino yang juga terdapat dalam tubuh. Ketika dikecap, reseptor lidah mensimulasikan MSG seperti rasa daging.
2.2 Kegunaan MSG
Monosodium glutamat atau biasa disebut vetsin bagi sebagian
orang umumnya digunakan untuk penyedap masakan. Namun, biasanya pengganti
vetsin itu biasa hanya menambahkan sedikit gula pada masakan. Baik itu sayur
maupun masakan lainnya.
Kegunaan lain MSG adalah sebagai penyubur tanaman. Vetsin
atau MSG memiliki kandungan kimia (natrium-Na) Natrium yang dapat menyuburkan
tanaman. Dimana defisiensi unsur Na atau Natrium itu sendiri sangat berpengaruh
bagi pertumbuhan tanaman, yaitu resistensi tanaman akan menurun apalagi saat
musim kering. Tanpa Natrium (Na) pertumbuhan tanaman tidak dapat meningkatkan
kandungan air.
Natrium (Na) merupakan salah satu unsur mikroelemen yang
sangat penting bagi pertumbuhan tamanan. Oleh karena itu, vetsin yang
mengandung unsur Natrium dapat menyuburkan tanaman. Hal itu terbukti. Tanaman
bunga menjadi tumbuh subur, begitu juga anggrek bermekaran. Setelah itu, yang
biasanya menggunakan growmore untuk merangsang tanaman anggrek agar cepat
berbunga, maka cukup hanya dengan menggukan vetSin. Begitupun dengan tanaman
lain, pupuk tak lagi digunakan untuk menyuburkan tanamannya. Namun demikian,
pupuk juga masih menjadi zat yang menyuburkan tanaman.
Glutamat memainkan peranan fisiologis penting pada tubuh.
Lidah dan lambung memiliki reseptor glutamat yang berhubungan
dengan sistim syaraf pusat, otak, dan organ pencernaan yaitu lambung dan
pankreas. Melalui uji klinis telah dibuktikan, bahwa makanan yang enak karena
glutamat, baik dari makanan itu sendiri maupun dari MSG, merangsang produksi
cairan pencernaan sehingga daya cerna makanan menjadi lebih baik. Selain itu,
glutamat di dalam usus halus berfungsi sebagai sumber tenaga bagi absorpsi
unsur-unsur nutrisi kedalam darah. Glutamat memainkan peranan sentral dalam
berbagai metabolisme tubuh, antara lain sebagai unsur perantara metabolisme
protein, karbohidrat dan lemak.
Rasa haus yang dirasakan terhadap masakan yang mengandung
monosodium glutamat adalah nyata dan bisa dibuktikan sendiri. Jika tubuh
bereaksi dengan merasa haus, berarti ada sesuatu yang tidak benar dengan tubuh.
2.3 Cara membuat MSG
Secara
garis besar proses produksi MSG melalui tahap-tahap persiapan bahan baku dan
bahan pembantu, fermentasi, kristalisasi, dan netralisasi serta pengeringan dan
pengayakan.
1.
Persiapan bahan baku dan bahan pembantu
Dalam
pembuatan MSG digunakan bahan baku berupa tetes tebu sebagai sumber
karbohidrat. Tetes tebu diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan Ca
dengan menambahkan H2SO4. Setelah itu tetes disterilisasi
dengan menggunakan uap panas bersuhu maksimum 1200 ÂșC selama 10 hingga 20 menit
dan siap difermentasi dalam tabung yang juga disterilisasi (Said, 1991). Selain
bahan baku utama juga terdapat bahan pembantu dalam pembuatan MSG. Bahan
pembantu tersebut adalah amina (NH2), asam sulfat (H2SO4),
HCl, NaOH, karbon aktif, “beet molasses” dan “raw sugar”
(Susanto dan Sucipto, 1994).
2.
Fermentasi
Fermentasi
adalah suatu reaksi oksidasi reduksi di dalam sistem biologi yang menghasilkan
energi. Fermentasi menggunakan senyawa organik yang biasanya digunakan adalah
karbohidrat dalam bentuk glukosa. Senyawa tersebut akan diubah oleh reaksi
reduksi dengan katalis enzim menjadi bentuk lain (Winarno, 1990). Fermentasi
dapat terjadi karena adanya aktifitas mikroba penyebab fermentasi pada substrat
organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi dapat menyebabkan perubahan sifat
bahan pangan sebagai akibat dari pemecahan-pemecahan kandungan bahan pangan
tersebut. Hasil-hasil fermentasi terutama tergantung pada jenis bahan pangan
(substrat), macam mikroba dan kondisi sekelilingnya yang mempengaruhi
pertumbuhan mikroba dan metabolisme mikroba tersebut (Winarno, 1990).
Bakteri
yang banyak digunakan dalam pembuatan MSG adalah bakteri Brevibacterium
lactofermentum. Pertama-tama biarkan kultur yang telah diinokulasi
dimasukkan kedalam tabung berisi medium pra-starter dan diinkubasi selama 16
jam pada suhu 310C. Selanjutnya biarkan prastarter diinokulasi kedalam tangki
starter (Judoamidjojo, dkk. 1990).
Penurunan
pH akibat terbentuknya asam pada proses pembentukan pra-starter tidak
diinginkan karena akan menghambat pola pertumbuhan. Penambahan garam (CaCO3)
sebanyak 3 % kedalam tebu prastarter berguna untuk mencegah agar pH tidak
rendah dari 7. Didalam tangki pembibitan penggunaan CaCO3 tidaklah
mungkin karena akan menyebabkan efek samping berupa kerak dan endapan serta
akan mengurangi efek pertumbuhan mikroba. Penambahan urea ke dalam tangki
pembibitan akan mengurangi pH dan dapat menggantikan fungsi CaCO3.
Nilai pH tertinggi yang terjadi akibat peruraian urea diharapkan tidak lebih
dari 7,4 sedangkan pH terendah tidak kurang dari 6,8. Hasil dari fermentasi
adalah asam glutamat dalam bentuk cair yang masih tervampur dengan sisa
fermentasi (Said, 1991).
3.
Kristalisasi dan Netralisasi
Kristalisasi
merupakan metode yang terpenting dalam purifikasi senyawa-senyawa yang
mempunyai berat molekul rendah (Mc Cabe, et al. 1994). Kristal murni asam
glutamat yang berasal dari proses pemurnian asam glutamat digunakan sebagai
dasar pembuatan MSG. Asam glutamat yang dipakai harus mempunyai kemurnian lebih
dari 99 % sehingga bisa didapatkan MSG yang berkualitas baik. Kristal murni
asam glutamat dilarutkan dalam air sambil dinetralkan dengan NaOH atau dengan
Na2CO3 pada pH 6,6-7,0 yang kemudian berubah menjadi MSG.
Pada keadaan asam glutamat akan bereaksi dengan Na dan membentuk larutan MSG.
Larutan ini mempunyai derajat kekentalan 26 -280Be. Pada suhu 300C dengan
konsentrasi MSG sebesar 55 gram/larutan (Winarno, 1990). Penambahan arang aktif
sebanyak % (w/v) digunakan untuk menjernihkan cairan MSG yang berwarna kuning
jernih dan juga menyerap kotoran lainnya, kemudian didiamkan selama satu jam
lebih untuk menyempurnakan proses penyerapan warna serta bahan asing lainnya
yang berlangsung dalam keadaan netral. Cairan yang berisi arang aktif dan MSG
kemudian disaring dengan menggunakan “vacum filter” yang kemudian
menghasilkan filter serta “cake” berisi arang aktif dan bahan lainnya. Bila
kekeruhan dan warna filter tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan maka
cairan ini dapat dikristalkan (Said, 1991). Larutan MSG yang telah memiliki
kekentalan 260Be diuapkan pada kondisi vakum bertekanan 64 cmHg atau setara
dengan titik didih 69 gram MSG pelarutan. Pemberian umpan akan menyebabkan
terbentuknya MSG karena larutan dalam keadaan jenuh. Umpan yang diberikan
sekitar 2% lalu inti kristal yang terbentuk secara perlahan-lahan akan diikuti
dengan pemekatan larutan sehingga menghasilkan kristal yang lebih besar. Proses
kristalisasi berlangsung selama 14 jam (Said, 1991).
4.
Pengeringan dan pengayakan
Kristal
MSG yang dihasilkan dari proses kristalisasi dipisahkan dengan metode
sentrifugasi dari cairannya. Filtrat hasil penyaringan dikembalikan pada proses
pemurnian dan kristal MSG yang dihasilkan setelah disaring kemudian dikeringkan
dengan udara panas dalam lorong pengeringan, setelah itu diayak dengan ayakan
bertingkat sehingga diperoleh 3 ukuran yaitu LLC (“Long Large Crystal”),
LC (“Long Crystal”), dan RC (“Regular Crystal”), sedangkan FC
(“Fine Crystal”) yang merupakan kristal kecil dikembalikan ke dalam
proses sebagai umpan. Hasil MSG yang telah diayak dalam bentuk kering kemudian
dikemas dan disimpan sementara dalam gudang sebelum digunakan untuk tujuan
lainnya (Said, 1991).
2.4
Masalah-masalah kesehatan yang dihubungkan dengan MSG
MOLASE / TETES TEBU secara kimia adalah sampah produksi dari
ekstraksi pembuatan gula pasir (atau dalam istilah awamnya, MOLASE adalah
limbah tebu), dan lucunya MOLASE / TETES TEBU menjadi bahan utama di dalam
pembuatan MSG (MONOSODIUM GLUTAMAT) / Vetsin dan penggunaannya hingga 60%
didalam MSG
2.5 Bahan
alternatif pengganti MSG
a)
Gula
pasir
Selain menggunakan bahan makanan yang bermutu baik dan masih segar, kita dapat memberi sedikit gula pasir pada masakan, karena gula pasir juga dapat memberi efek gurih pada masakan.
Selain menggunakan bahan makanan yang bermutu baik dan masih segar, kita dapat memberi sedikit gula pasir pada masakan, karena gula pasir juga dapat memberi efek gurih pada masakan.
b)
Kecap
Seperti yang telah kita ketahui, komposisi kimia MSG adalah garam sodium glutamat, hasil persenyawaan antara ion sodium dengan asam L-Glutamat. Senyawa L-glutamat inilah yang memiliki cita rasa menyerupai daging (meatlike). Kecap yang dihasilkan dari fermentasi kedelai juga memiliki kandungan senyawa ajaib ini. Selama proses fermentasi, protein kedelai akan terproses menjadi L-glutamat. Jumlahnya memang lebih kecil, karena proses tersebut juga menghasilkan D-glutamat. Jadi, dari kandungan asam glutamatnya, rasa yang ditimbulkan kecap tidak sekuat MSG, karena sifat D-glutamat hanya sebagai flavor enhancer.
Tetapi hasil fermentasi kedelai juga mengandung beberapa asam organik yang memiliki citarasa kuat seperti asam laktat, asam asetat, asam suksinat, dan beberapa asam amino yang selama proses pengolahan akan rusak karena reaksi pencoklatan dalam perubahan warna kecap. Di samping itu, fermentasi kedelai juga menghasilkan senyawa-senyawa gula yang memperkuat rasa seperti glukosa, galaktosa, maltosa, xylosa, arabinosa, dan dua senyawa gula gliserol serta manitol. Senyawa-senyawa cita rasa tersebut memang tidak menghasilkan rasa yang meatlike seperti MSG. Tetapi akan memberikan aroma yang sedap dan gurih.
Seperti yang telah kita ketahui, komposisi kimia MSG adalah garam sodium glutamat, hasil persenyawaan antara ion sodium dengan asam L-Glutamat. Senyawa L-glutamat inilah yang memiliki cita rasa menyerupai daging (meatlike). Kecap yang dihasilkan dari fermentasi kedelai juga memiliki kandungan senyawa ajaib ini. Selama proses fermentasi, protein kedelai akan terproses menjadi L-glutamat. Jumlahnya memang lebih kecil, karena proses tersebut juga menghasilkan D-glutamat. Jadi, dari kandungan asam glutamatnya, rasa yang ditimbulkan kecap tidak sekuat MSG, karena sifat D-glutamat hanya sebagai flavor enhancer.
Tetapi hasil fermentasi kedelai juga mengandung beberapa asam organik yang memiliki citarasa kuat seperti asam laktat, asam asetat, asam suksinat, dan beberapa asam amino yang selama proses pengolahan akan rusak karena reaksi pencoklatan dalam perubahan warna kecap. Di samping itu, fermentasi kedelai juga menghasilkan senyawa-senyawa gula yang memperkuat rasa seperti glukosa, galaktosa, maltosa, xylosa, arabinosa, dan dua senyawa gula gliserol serta manitol. Senyawa-senyawa cita rasa tersebut memang tidak menghasilkan rasa yang meatlike seperti MSG. Tetapi akan memberikan aroma yang sedap dan gurih.
c)
Tomat
Ingat rasa tomat? Hampir tidak seorangpun
dapat mengidentifikasi rasa lezat dalam tomat, padahal kelezatan ini adalah
salah satu dari beberapa komponen penting. Bila di kombinasikan dengan manis,
asam dan sedikit rasa tanah dapat memberikan rasa lezat pada tomat. Bila tomat
menjadi matang, kadar alami dari glutamat bertambah dan tomat menjadi lebih
lezat rasanya.
d)
Daunbawang
Daun bawang yang akan digunakan sebagai penyedap diiris tipis-tipis sekitar satu milimeter. Jika daun dipotong terlalu lebar tidak akan keluar rasa sedapnya. Setelah diiris, daun ini kemudian dimasak bersamaan dengan masakan.
Jumlah daun bawang yang digunakan harus banyak. Untuk satu liter masakan berkuah, membutuhkan irisan daun sekitar satu sendok makan.
Daun bawang yang akan digunakan sebagai penyedap diiris tipis-tipis sekitar satu milimeter. Jika daun dipotong terlalu lebar tidak akan keluar rasa sedapnya. Setelah diiris, daun ini kemudian dimasak bersamaan dengan masakan.
Jumlah daun bawang yang digunakan harus banyak. Untuk satu liter masakan berkuah, membutuhkan irisan daun sekitar satu sendok makan.
e)
Bawang
putih
Bawang putih (Allium sativum) telah lama digunakan sebagai
salah satu bumbu masakan oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat lainnya di
berbagai belahan dunia karena aromanya yang khas. Bawang putih dapat digunakan
dengan cara diiris tipis maupun ditumis dengan sedikit minyak agar lebih terasa
lezat.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Monosodium glutamat juga dikenal dengan natrium glutamat atau
MSG
adalah garam sodium yang terdapat dialam dengan nama non-essential amino acid. MSG merupakan aditif makanan yang umum digunakan sebagai penyedap rasa. MSG adalah asam glutamat yang diproduksi dari fermentasi tetes tebu dan pati makanan. Bahan alternatif pengganti MSG : gula pasir , tomat ,bawang putih , bawang merah , tomat dan kecap.
adalah garam sodium yang terdapat dialam dengan nama non-essential amino acid. MSG merupakan aditif makanan yang umum digunakan sebagai penyedap rasa. MSG adalah asam glutamat yang diproduksi dari fermentasi tetes tebu dan pati makanan. Bahan alternatif pengganti MSG : gula pasir , tomat ,bawang putih , bawang merah , tomat dan kecap.
3.2 Saran
Saran kami sebagai mahasiswa kepada para pembaca bahwa,
jangan pernah kita menyerah dalam menuntut ilmu, carilah ilmu sebanyak
banyaknya dan setelah itu aplikasikan lan ilmu itu dalam kehidupan agar i;mu
itu dapat berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. Dan untuk masalah MSG
kami memberi saran bahwa mulailah hidup sehat kurangi pengonsumsian MSG dan
mulai menggunakan bahan alami engganti MSG yang sudah di sediakan alam bagi
kita yang bnayak terdapat di indonesia ini sebagai negara yang kaya akan
rempah-rempah.
3.3 Penutup
Demikian yang dapat kami
paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya
masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para
pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada
penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan
berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para
pembaca yang budiman pada umumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Judoamijoyo, M.,
Darwis, A.A, dan Sa’id, E.G.1990. Teknologi Fermentasi. PAU
Bioteknologi IPB, Rajawali Press. Jakarta.
Sa’id, G. 1991. Biondustri
Penerapan Teknologi Fermentasi. PT. Meiyatama Sarana perkasa. Jakarta.
Susanto, T dan N. Sucipto.1994. Teknologi Pengolahan
Hasil pertanian. Bina Ilmu, Surabaya.
Winarno, F.G. 1990. Teknologi
Fermentasi. Proyek Pengembangan Pusat Fasilitas bersama
Antar
Universitas, PAU Pangan dan Gizi,
UGM, Yogyakarta
https://id.wikipedia.org/wiki/Mononatrium_glutamat
Di ambil tanggal 20/10/2017
https://www.zenius.net/blog/8015/efek-samping-bahaya-msg
Diambil tanggal 20/10/17
https://resepkoki.id/2017/01/18/apa-saja-bahan-alami-pengganti-msg/
Diambil 20/10/17